23.9 C
Special Region of Papua
Jumat, April 4, 2025

KNPB Sebut Program Gizi Gratis Prabowo-Gibran Sebagai Ancaman Terhadap Orang Papua

BACA JUGA

Jayapura, AnggrekPapua – Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Warpo Sampari Wetipo, dalam sebuah  video pernyataan baru-baru ini mengkritik keras program makan siang bergizi gratis yang diusung oleh pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Wetipo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengapresiasi solidaritas yang telah ditunjukkan oleh Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) dalam menggelar demonstrasi damai sebagai bentuk penolakan terhadap program tersebut.

Menurut KNPB, program yang digagas oleh Prabowo-Gibran ini sudah berjalan selama 120 hari, namun hasilnya dinilai tidak memberikan dampak positif yang signifikan.

“Bukan hanya tidak efektif, program ini justru merugikan berbagai pihak, termasuk siswa, orang tua, dan masyarakat luas,” ujar Wetipo dengan nada tegas.

KNPB juga menilai bahwa program gizi gratis ini tidak lebih dari sekadar alat untuk melanggengkan kebijakan yang merugikan orang Papua.

“Kami melihat program ini sebagai bagian dari upaya besar yang lebih mengarah pada pemusnahan ras secara sistematis,” kata Wetipo.

Ia menambahkan bahwa program makan siang gratis atau gizi gratis ini, menurut KNPB, bukanlah sekadar masalah kesejahteraan, melainkan bagian dari upaya militer untuk mempercepat proses genosida terhadap orang Papua.

KNPB mengaitkan kebijakan ini dengan Operasi Militer yang dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang mereka anggap sebagai bentuk serangan terselubung terhadap keberadaan dan eksistensi orang Papua.

Bagi KNPB, program yang berfokus pada pemberian makanan bergizi gratis kepada anak-anak Papua ini bukanlah solusi, melainkan masalah baru yang semakin memperburuk keadaan.

KNPB menilai bahwa alih-alih memperbaiki taraf hidup masyarakat Papua, kebijakan ini justru mengarah pada proses sistematis yang memperburuk ketidakadilan yang sudah berlangsung lama.

KNPB menegaskan bahwa mereka akan terus berjuang untuk menentang kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan dan meresahkan masyarakat Papua.

“Kami tidak akan diam. Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kami untuk hidup dengan martabat dan bebas dari kebijakan yang merugikan ini,” ujar Wetipo.

Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP), yang telah melakukan demonstrasi damai sebagai bentuk protes terhadap program gizi gratis ini, juga memberikan dukungan penuh terhadap pernyataan KNPB. SPWP menilai bahwa kebijakan ini hanya bagian dari narasi besar yang lebih menyasar orang Papua, dengan tujuan untuk menekan dan mengontrol kehidupan mereka lebih lanjut.

Program makan siang gratis ini, meskipun bertujuan untuk memberikan gizi bagi anak-anak di daerah tertinggal, telah menuai kritik tajam dari berbagai pihak, terutama dari kelompok-kelompok yang memperjuangkan hak-hak orang Papua. Mereka menyebut program tersebut sebagai “gizi beracun” yang bukan hanya berdampak buruk pada kesehatan, tetapi juga memicu ketegangan sosial yang lebih besar.

KNPB menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti untuk mengingatkan pemerintah dan masyarakat Indonesia akan bahaya yang terkandung dalam kebijakan-kebijakan yang dianggap melanggar hak-hak dasar orang Papua.

Mereka juga mendesak agar pemerintah pusat mengevaluasi kembali program tersebut, serta memperhatikan suara-suara yang muncul dari masyarakat Papua yang merasa terancam oleh kebijakan tersebut.

Penulis: Hubertus Gobai

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

- Advertisement -spot_img
TRANSLATE »