23.3 C
Special Region of Papua
Kamis, April 3, 2025

GPRP Diskusikan Peran Militer dalam Proyek Strategis Nasional di Papua

BACA JUGA

JAYAPURA, ANGGREKPAPUA.COM – Gerakan Perjuangan Rakyat Papua (GPRP) menggelar pemutaran film dan diskusi dengan topik “Peran Militer dalam 5 Daerah Proyek Strategis Nasional (PSN)” pada Senin (10/3/2025) di Asrama Tambrauw, Perumnas 3, Waena, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Usai diskusi, Solvin Eptis Meidodga, Koordinator Konsolidasi GPRP, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi mereka.

“Kegiatan ini kami lakukan karena prihatin terhadap situasi yang saat ini dialami oleh masyarakat di Merauke,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa persoalan masyarakat adat merupakan masalah bersama.
“Dengan lahirnya organisasi ini, kami bertujuan untuk mempersatukan semua organisasi gerakan mahasiswa agar bisa memperjuangkan persoalan yang ada di Merauke,” tegas Solvin.

Diskusi ini membahas lima daerah yang terlibat dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), yaitu Sorong, Sarmi, Keerom, Merauke, dan lainnya. PSN tersebut direncanakan oleh pemerintah pusat, termasuk proyek perkebunan sawit, jagung, temu, dan lainnya.

Solvin menjelaskan bahwa dalam setiap perusahaan yang terlibat, militer sering dilibatkan.

“Kami melihat ini sebagai strategi negara untuk mengamankan tanah milik masyarakat yang diambil oleh pemerintah. TNI digunakan untuk mengamankan aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat adat karena masyarakat Papua akan terus berusaha mempertahankan tanah adat mereka,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari diskusi ini, Solvin menyampaikan bahwa mereka akan melakukan konsolidasi di kabupaten dan kota Jayapura.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus berdiskusi hingga mencapai puncak aksi nasional,” tambahnya.

Salah satu peserta diskusi, Yan Wanimbo, juga memberikan pandangannya. Ia menyoroti pentingnya kesadaran kolektif di kalangan masyarakat Papua.

“Pemerintah tentu ingin menguasai Papua yang kaya akan sumber daya alam dan hutan. Meskipun sebagian besar sudah dibuka, masih banyak yang harus kita jaga. Sebagai mahasiswa, kita harus membangun kesadaran di kampus, gereja, dan masyarakat. Tanpa tanah, kita tidak bisa hidup, jadi kita harus terus memperjuangkan dan membangun kesadaran ini,” ujar Yan.

Penulis Hubertus Gobai 

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

- Advertisement -spot_img
TRANSLATE »